Loading...

  • Jumat, 17 Juli 2026

MIN 1 Asahan Dukung Program Indonesia Berkiblat Melalui Kegiatan Rashdul Qiblat

Penentuan arah kiblat

Asahan (Humas) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Asahan melaksanakan kegiatan Rashdul Qiblat sebagai upaya memastikan ketepatan arah kiblat di lingkungan madrasah pada Rabu (15/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MIN 1 Asahan serta warga madrasah binaan dengan penuh antusias.

Kegiatan dibuka oleh Kepala MIN 1 Asahan, Erma Suryana, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa penentuan arah kiblat merupakan bagian penting dalam menjaga kesempurnaan ibadah salat.

"Melalui kegiatan Rashdul Qiblat ini, kita tidak hanya mempraktikkan ilmu falak secara langsung, tetapi juga meningkatkan pemahaman bahwa ketepatan arah kiblat merupakan salah satu bentuk ikhtiar dalam menyempurnakan ibadah. Saya berharap seluruh guru dapat memahami metode sederhana ini sehingga dapat diterapkan dan disosialisasikan kepada peserta didik maupun masyarakat." ujar Erma Suryana.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Alhadi Putra, S.Pd.I mengenai fenomena Rashdul Qiblat dan program Indonesia Berkiblat yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam paparannya, Alhadi Putra menjelaskan bahwa Rashdul Qiblat merupakan fenomena ketika posisi Matahari tepat berada di atas Ka'bah di Makkah. Pada saat tersebut, seluruh bayangan benda yang berdiri tegak di wilayah yang masih dapat melihat Matahari akan menunjukkan arah yang berlawanan dengan arah Ka'bah, sehingga arah kiblat dapat ditentukan dengan sangat mudah dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Beliau juga menjelaskan bahwa Kementerian Agama melalui program Indonesia Berkiblat terus mengajak masyarakat untuk memastikan kembali arah kiblat masjid, musala, sekolah, maupun rumah ibadah dengan metode yang benar. Program ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat agar penentuan arah kiblat dilakukan berdasarkan kaidah ilmu falak dan pengukuran yang akurat.

Alhadi Putra kemudian mempraktikkan tata cara penentuan arah kiblat dengan metode sederhana menggunakan sebuah tongkat yang dipasang tegak lurus di atas permukaan datar. Menurutnya, ketika waktu Rashdul Qiblat tiba, cukup memperhatikan arah bayangan tongkat. Garis yang mengarah menuju pangkal bayangan menunjukkan arah Ka'bah, sedangkan arah sebaliknya merupakan arah yang berlawanan dari kiblat. Metode ini dapat dilakukan dengan peralatan sederhana namun menghasilkan arah kiblat yang sangat akurat apabila dilakukan tepat pada waktunya.

Menjelang waktu penentuan arah kiblat, tepatnya pukul 16.27 WIB, seluruh guru MIN 1 Asahan beserta warga madrasah binaan berkumpul di lapangan madrasah. Sebuah tongkat dipasang tegak lurus sebagai alat pengamatan. Ketika waktu Rashdul Qiblat tiba, seluruh peserta bersama-sama mengamati bayangan tongkat dan menandai garis bayangan sebagai acuan dalam menentukan arah kiblat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang ilmu falak, tetapi juga pengalaman praktik secara langsung dalam menentukan arah kiblat menggunakan fenomena alam yang terjadi setiap tahun.

Melalui kegiatan ini, MIN 1 Asahan berharap seluruh warga madrasah semakin memahami pentingnya ketepatan arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah sekaligus mendukung program Kementerian Agama Indonesia Berkiblat sebagai bentuk edukasi dan penguatan literasi keagamaan di lingkungan madrasah.

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 06 May 2024
Lihat Semua Post