Penuh Khidmat, Keluarga Besar MIN 5 Asahan Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Masuk Sekolah
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....
Loading...
Hessa
Perlompongan (Humas). Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin (09/02/2026)pagi. Ratusan siswa
bersama jajaran guru dan staf kependidikan berkumpul untuk melaksanakan
rutinitas upacara bendera mingguan. Namun, ada yang berbeda pada pelaksanaan
kali ini; sebuah pesan mendalam mengenai filosofi Niat menjadi inti sari dari
pertemuan seluruh warga madrasah tersebut.
Upacara
yang dimulai tepat pukul 07.15 WIB ini berjalan dengan tertib. Petugas upacara
yang merupakan siswa kelas V-B menjalankan tugasnya dengan presisi, mulai dari
pengibaran Bendera Merah Putih hingga pembacaan UUD 1945.
Bertindak
sebagai Pembina Upacara, Siti Aminah Nasution, S.Pd., perwakilan guru senior,
menyampaikan amanat yang cukup menyentuh hati para peserta upacara. Mengambil
tema sentral Niat dalam Menuntut Ilmu,
beliau menekankan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan tanpa dasar niat yang
benar hanya akan menjadi lelah yang sia-sia.
"Anak-anakku
sekalian, kaki kalian melangkah dari rumah menuju madrasah ini jangan hanya
sekadar menggugurkan kewajiban atau sekadar takut dimarahi orang tua.
Niatkanlah setiap langkah itu untuk ibadah dan mencari rida Allah SWT,"
ujar beliau di hadapan barisan siswa.
Dalam pidatonya, pembina upacara menjelaskan tiga poin utama
mengapa niat sangat krusial bagi seorang siswa yaitu,Niat sebagai pembeda,beliau menjelaskan bahwa dua orang bisa
melakukan hal yang samamisalnya membaca bukunamun pahala dan ilmu yang didapat
bisa berbeda jauh tergantung apa yang ada di dalam hatinya.
Niat sebagai penggerak (motivasi),Ketika
seorang siswa memiliki niat yang kuat untuk membahagiakan orang tua dan
memajukan bangsa, rasa kantuk dan malas saat belajar akan lebih mudah diatasi,
dan Niat sebagai penentu hasil,Mengutip
kaidah agama, ditegaskan bahwa hasil dari sebuah perbuatan sangat bergantung
pada apa yang diniatkan sejak awal.
Kepala
MIN 5 Asahan,Tohiruddin Hasibuan,S.Pd.,M.M., saat ditemui usai upacara,
memberikan apresiasi atas tema yang diangkat. Menurut beliau, penanaman
karakter berbasis spiritualitas seperti ini sangat relevan dengan visi madrasah
untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga
memiliki kedalaman spiritual.
"Kami
ingin siswa MIN 5 Asahan paham bahwa belajar bukan soal nilai di atas kertas
saja. Jika niatnya benar karena Allah dan ingin bermanfaat bagi sesama, maka
nilai bagus itu akan mengikuti sebagai bonus," ungkapnya.
Para
siswa pun tampak antusias. Beberapa siswa mengakui bahwa amanat tersebut
menjadi pengingat bagi mereka yang terkadang merasa jenuh dengan rutinitas
sekolah. Upacara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh
keluarga besar MIN 5 Asahan senantiasa diberikan keikhlasan dalam menjalankan
tugas dan kewajiban masing-masing.(nm)
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....
Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus...
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan secara resmi telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa-...