Loading...

  • Senin, 27 April 2026

Kepala MIN 9 Asahan Hadiri dan Isi Seminar "Implementasi Kurikulum Cinta di Madrasah" dalam Rangka HARLAH ke-17 PGM Indonesia

HARLAH ke-17 PGM Indonesia
Pematang Sei Baru (Humas). Dalam rangka memperingati Hari Lahir (HARLAH) ke-17 Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia, sebuah seminar bertema “Implementasi Kurikulum Cinta di Madrasah” sukses diselenggarakan. Kegiatan ini berlangsung penuh khidmat dan inspiratif, dihadiri oleh berbagai tokoh penting dunia pendidikan madrasah di Kabupaten Asahan Rabu, 16 Juli 2025.

Hadir sebagai pembicara utama sekaligus pengisi seminar adalah Dr. H. Hadi Rafitra Hasibuan, S.Ag., M.A, selaku Kepala MIN 9 Asahan dan juga Ketua Umum PGM Indonesia. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa kurikulum cinta adalah pendekatan strategis untuk membentuk karakter peserta didik yang berakhlakul karimah dan berlandaskan kasih sayang, empati, serta nilai-nilai spiritualitas Islam yang kuat.

“Madrasah hari ini tidak cukup hanya mendidik anak cerdas secara intelektual, tapi harus juga mencetak pribadi yang cinta kepada Allah, cinta kepada sesama, dan cinta kepada ilmu. Kurikulum cinta adalah jawabannya,” tegas Dr. Hadi dalam pemaparannya.

Acara seminar ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, M.A, yang dalam sambutannya mengapresiasi inisiatif PGM Indonesia dalam mengusung tema yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Menurut beliau, kurikulum cinta adalah wujud konkret dari pendidikan berkarakter yang selama ini digaungkan oleh Kementerian Agama.

Selain itu, turut hadir dan memberikan materi penguatan konsep kurikulum cinta adalah akademisi nasional, Assoc. Prof. Dr. Mursal Aziz, M.Pd.I. Beliau memaparkan secara teoritis dan praktis bagaimana penerapan kurikulum cinta dapat menyentuh seluruh aspek pembelajaran: mulai dari perencanaan pembelajaran yang menyisipkan nilai kasih sayang, metode pengajaran yang humanis, hingga evaluasi yang memperhatikan perkembangan karakter peserta didik.

Kasi Pendidikan Madrasah Kankemenag Asahan, Dr. Hj. Sri Muchlis, S.Sos., M.I.Kom juga hadir dan menyampaikan dukungannya terhadap gagasan kurikulum cinta. Ia menekankan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi guru madrasah agar mampu menginternalisasikan nilai-nilai cinta dalam pembelajaran secara konsisten.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus PGM Indonesia, kepala madrasah, guru-guru dari berbagai satuan pendidikan Islam, serta tamu undangan lainnya. Suasana seminar berlangsung penuh antusias, diwarnai dengan sesi tanya jawab, diskusi kelompok, dan pembagian modul Kurikulum Cinta sebagai bahan implementasi lanjutan di madrasah masing-masing.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta dan narasumber melaksanakan sesi foto bersama, yang menjadi simbol kebersamaan dan semangat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang lebih humanis, inklusif, dan sarat cinta.

Dengan semangat HARLAH ke-17 ini, PGM Indonesia terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam transformasi pendidikan madrasah menuju arah yang lebih bermakna, berkarakter, dan membahagiakan bagi seluruh warga madrasah. (fa)


Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post