Loading...

  • Jumat, 24 April 2026

Kepala Madrasah dan Operator MIN 10 Asahan Hadiri Penguatan Peran Data EMIS di MAN Asahan

Foto bersama

Kisaran (Humas) Kepala Madrasah MIN 10 Asahan, Sartiji S.Pd.I., M.M, bersama operator madrasah, Fakhrur Rozi, menghadiri kegiatan Penguatan Peran Data Education Management Information System (EMIS) yang diselenggarakan di MAN Asahan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan profesionalisme pengelolaan data dan memperkuat peran EMIS sebagai pusat informasi pendidikan yang akurat di lingkungan madrasah.

Acara penguatan peran EMIS tersebut dihadiri oleh perwakilan madrasah dari berbagai jenjang, mulai dari MI, MTs, hingga MA. Kehadiran Kepala MIN 10 Asahan dan operatornya menunjukkan komitmen kuat madrasah dalam mendukung transparansi, akurasi data, serta tata kelola pendidikan yang lebih modern dan berbasis sistem digital.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai fungsi strategis EMIS dalam dunia pendidikan. Data yang dikelola melalui sistem ini menjadi dasar bagi Kementerian Agama.

Kepala MIN 10 Asahan, Sartiji S.Pd.I., M.M, mengapresiasi kegiatan penguatan peran EMIS ini. Menurutnya, kualitas data yang diinput oleh madrasah sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah dan layanan yang diterima oleh satuan pendidikan

“Data bukan sekadar angka, tetapi gambaran nyata kondisi madrasah. Dari data inilah pemerintah menentukan kebijakan, bantuan, dan program pengembangan. Karena itu, kami sangat berkepentingan untuk memastikan data yang masuk ke EMIS benar-benar akurat dan valid,” ujarnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu madrasah memahami perubahan regulasi dan pengembangan fitur terbaru dalam sistem EMIS.


Operator MIN 10 Asahan, Fakhrur Rozi, yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa EMIS menuntut ketelitian dan pemahaman yang mendalam mengenai kondisi madrasah di lapangan. Ia menegaskan bahwa operator adalah garda terdepan dalam menjamin kebenaran data yang tersimpan di sistem.

“Setiap data yang kami input merupakan tanggung jawab besar. Kesalahan kecil saja bisa berdampak pada bantuan, layanan, bahkan hak-hak siswa dan guru. Karena itu pelatihan seperti ini sangat membantu meningkatkan kompetensi kami,” ungkapnya.

Selama kegiatan, para operator mendapatkan materi teknis mengenai alur pendataan terbaru, mekanisme verifikasi, serta penyempurnaan fitur-fitur EMIS yang harus diterapkan pada tahun berjalan.

Kegiatan yang berlangsung di aula MAN Asahan ini berjalan lancar dan interaktif. Para peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan narasumber, menyampaikan kendala, sekaligus mencari solusi terkait pengelolaan data di masing-masing madrasah.

Pihak MAN Asahan sebagai penyelenggara menyambut baik kehadiran seluruh peserta, termasuk dari MIN 10 Asahan, dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan data di lingkungan Kementerian Agama.

Kehadiran Kepala Madrasah Sartiji S.Pd.I., M.M dan operator Fakhrur Rozi menegaskan komitmen MIN 10 Asahan dalam mendukung digitalisasi madrasah serta penguatan tata kelola berbasis data. Melalui kegiatan ini, madrasah diharapkan semakin siap dalam menyediakan data yang lengkap, mutakhir, dan terintegrasi untuk kepentingan pengembangan pendidikan.

Dengan penguatan peran EMIS, madrasah tidak hanya meningkatkan kualitas administrasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.(na)









Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 18 May 2024
Lihat Semua Post