Loading...

  • Selasa, 13 Januari 2026

Kemenag Asahan Gelar Upacara Peringatan HAB ke-80 Tahun 2026 Diikuti Ratusan Peserta

foto by: Humas KemenagAsahan

Kisaran (Humas). Kakankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, MA. Gelar Upacara HAB ke-80 Tahun 2026 di Lapangan Hoki Kisaran, Sabtu (03/01/2026).

Kegiatan ini merupakan puncak dalam peringatan HAB (Hari Amal Bakti) ke-80 Kementerian Agama dihadiri oleh ratusan peserta upacara yang terdiri dari Kasi, Penyelenggara, Ka.Kua se Kabupaten Asahan, Pengawas, Kepala Madrasah Neger se Kabupaten Asahan, unsur Forkopimda, Tokoh Agama, DWP Kemenag Asahan ratusan siswa dari MIN, MTsN dan MAN serta tamu undangan lainnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Azmi Ismail bertindak sebagai Inspektur Upacara, dan Nurdin Kepala MIN 2 Asahan bertindak sebagai Komandan Upacara serta Paskibra MAN 1 Asahan.

Dalam bimbingan dan arahannya Inspektur upacara membacakan sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar bahwa Kementerian Agama dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema ini menegaskan bahwa kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan sebuah energikebangsaan. Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latarbelakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa.

“Dalam catatan sejarahnya, kehadiran Kementerian Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini. Para founding fathers Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini 3 berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera”, jelas Azmi.

Lebih lanjut Azmi mengatakan bahwa delapan puluh tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Kini, peran tersebut semakin luas dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan bangsa.

Dalam merespons tantangan zaman, kita perlu menengok kembali lembaran sejarah peradaban. Agama pernah menjadi sumber pencerahan dunia yang luar biasa. Kita mengenang Baitul Hikmah pada abad pertengahan sebagai pusat intelektual global pada masanya. Ia bukan sekadar perpustakaan, melainkan pusat riset dan penerjemahan raksasa yang menjawab persoalan kehidupan melalui ilmu pengetahuan. Di sanalah nilai-nilai agama berpadu dengan rasionalitas untuk memajukan peradaban manusia. Semangat inilah yang perlu kita hidupkan kembali hari ini.

Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI. 6 Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat, sejuk, dan mencerahkan. Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilainilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan.

Terakhir Sesuai tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” marilah kita satukan tekad. Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.

Upacara ini juga dirangkai dengan pemberian Satya lencana kepada 27 pegawai di lingkungan Kementerian Agama atas dedikasi dan loyalitas selama mengabdi sebagai ASN di Kemenag baik guru maupun staff pada masing-masing satker baik Kantor maupaun madrasah, penyematan satya lencana ini mulai dari masa pengabdian 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun dan disematkan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Azmi Ismail didampingi Kakankemenag Asahan.(FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post