Loading...

  • Selasa, 12 Mei 2026

Ka. Kankemenag Narasumber Manasik Haji Akbar Pemerintah Kabupaten Asahan

Dr. H. Saripuddin Daulay. M.Pd. menjadi Narasumber pada Manasik Haji Akbar Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 1445 H/ 2024 M
Kisaran (Humas). Ka. Kankemenag (Kepala Kantor Kementerian Agama) Kabupaten Asahan Dr. H. Saripuddin Daulay. M.Pd. menjadi Narasumber pada Manasik Haji Akbar Pemerintah Kabupaten Asahan Tahun 1445 H/ 2024 M . (Jum’at, 03/05). Kegiatan Manasik Haji Haji Akbar ini diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan Drs. John Hardi Nasution, M.Si., Forkopimda dan para calon Jemaah Haji yang berjumlah kurang lebih 370 orang.
 
Dalam penyampaian materi tentang pandangan umum ibadah haji menjelaskan pengertian Haji baik secara bahasa maupun istilah. “Haji ini secara bahasa berasal dari kata al Hajj yang berarti tujuan, maksud atau menyengaja untuk perbuatan yang besar dan agung. Secara terminologis adalah perjalanan mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan serangkaian ibadah pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan”, kata Saripuddin kepada calon Jemaah haji.
Lebih lanjut Saripuddin mengatakan bahwa haji adalah melaksanakan ibadah dengan cara, tempat dan dalam masa tertentu.
 
“oleh karena itu bapak dan ibu harus banyak-banyak bersyukur karena menjadi tamu-tamu Allah SWT, dan juga harus banyak-banyak menanamkan niat yang kuat untuk ibadah penuh dengan kekhusyukan disana nantinya serta menjaga kesehatan”, terang Saripuddin. Selain itu beliau juga menyampaikan dua hal aspek dalam penyelenggaraan ibadah haji, yakni aspek pelayanan dan aspek akhlak. Dalam hal aspek pelayanan yakni pembinaan dan pemahaman tentang manasik haji bagi calon Jemaah haji.
 
“jadi sejak keberangkatan ke asrama haji, di asrama haji, di bandara hingga sampai di tanah suci ini harus betul-betul kami fahamkan ke Jemaah agar nantinya tidak ada Jemaah yang kebingungan atas pelaksanaan ibadahnya”, lanjut Saripuddin. Menurutnya walaupun penyelenggaraan ibadah haji sudah berulang kali bahkan menjadi program wajib, namun akan ada kendala-kendala yang muncul dalam mengiringi perjalanan penyelenggaraan haji.
Untuk itu perlu kepada kita semua untuk mengupayakan meminimalisir permasalahan atau kendala yang terjadi dengan manasik haji ini.
 
Kedua aspek akhlak, beliau mengatakan bahwa sikap saling peduli kepada sesama Jemaah juga penting untuk diperhatikan karena ada hikmah-hikmah yang dapat diambil ketika kita peduli dan ikhlas kepada sesama Jemaah.
“salah satunya adalah mempertebal rasa sabar dan meningkatkan ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama, selama melaksanakan ibadah haji dirasakan betapa berat perjuangan yang dihadapi untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Karena disisi lain kita sendiri sedang berjuang disisilain kita juga dituntut untuk peduli kepada sesama Jemaah”, jelas Saripuddin.
 
Terakhir Saripuddin berharap agar para Jemaah haji nantinya mendapatkan manfaat-manfaat ketika melaksanakan ibadah haji yakni salahsatunya menyucikan hati dan mendekatkan diri pada Allah sehingga menjadi haji yang mabrur. (FR)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 05 May 2024
Lihat Semua Post