Jeruji Membatasi Raga, Namun Taubat Membebaskan Jiwa: Penyuluh Agama Kemenag Asahan Bina Warga Tahanan
Bimbingan Penyuluhan Lintas Sektoral
Loading...
Kisaran (Humas) – Jeruji besi memang membatasi kebebasan seseorang, namun tidak pernah mampu menutup pintu taubat dan harapan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semangat inilah yang dibawa oleh Penyuluh Agama Kementerian Agama Kabupaten Asahan melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan Keagamaan di Titipan Tahanan Polres Asahan, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan pembinaan rohani tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam Mawal Aisyah Harahap, S.H., Rahmalinda Saragih, S.Sy., dan Sandi Kelana, S.H.I. Sementara dari Penyuluh Agama Kristen hadir Debora Desi, S.Th., Meilinda Sihite, S.Th., dan Ando Sitindson, S.Th. Kehadiran penyuluh lintas agama menjadi wujud nyata pelayanan keagamaan yang humanis, dengan memberikan pembinaan sesuai agama yang dianut oleh masing-masing warga tahanan.
Dalam penyampaiannya, para penyuluh mengajak warga tahanan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan melakukan introspeksi diri, memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak, serta menumbuhkan tekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan. Mereka menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah, selama masih memiliki kemauan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.
Kapolres Asahan, AKBP Revi Nurvelani, S.H., S.I.K., M.H., dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Kasat Tahti) Polres Asahan, Marini Mahdalena Tarigan, S.H. Beliau mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polres Asahan dan Kementerian Agama Kabupaten Asahan dalam memberikan pembinaan mental dan spiritual kepada warga tahanan.
Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran, memperbaiki karakter, serta mempersiapkan warga tahanan agar mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Asahan, H. Raja Dedi Hermansyah, menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir memberikan pelayanan keagamaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik jeruji.
"Kami berharap setiap bimbingan yang diberikan mampu menyentuh hati, menguatkan iman, serta membangkitkan harapan baru. Tidak ada manusia yang tertutup pintu rahmat Allah SWT selama ia bersungguh-sungguh untuk bertaubat dan memperbaiki diri," ungkapnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan mendapat sambutan positif dari para warga tahanan. Mereka mengikuti materi penyuluhan dengan penuh perhatian, berdialog dengan para penyuluh, serta memanjatkan doa agar diberi kekuatan menjalani masa pembinaan dan kesempatan untuk memulai kehidupan yang lebih baik.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Asahan bersama Polres Asahan terus memperkuat sinergi dalam menghadirkan pembinaan spiritual yang berkesinambungan. Diharapkan, nilai-nilai keagamaan yang ditanamkan menjadi bekal bagi warga tahanan untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara.(RH)
Bimbingan Penyuluhan Lintas Sektoral
Bimbingan Penyuluhan Lintas Sektoral
Bimbingan Penyuluhan Fasilitator Perkawinan