MATAMUDA MIN 7 Asahan Berlangsung Meriah dengan Berbagai Perlombaan Edukatif dan Islami
MIN 7 ASAHAN
Loading...
IPertahanan (Humas)- MIN 7 Asahan kembali melaksanakan rangkaian kegiatan **Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA)** pada hari kedua dengan mengangkat tema Stop Bullying, Ciptakan Madrasah yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan. Kegiatan ini diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh murid baru yang sejak pagi telah berkumpul di halaman madrasah untuk mengikuti berbagai materi edukatif yang bertujuan membangun karakter serta menanamkan sikap saling menghargai antarsesama.Selasa (14)07/26)
Hari kedua MATAMUDA difokuskan pada penguatan pendidikan karakter melalui sosialisasi tentang bahaya perundungan (bullying). Tema ini dipilih sebagai bentuk komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan, diskriminasi, maupun tindakan yang dapat merugikan orang lain. Hal tersebut sejalan dengan semangat MATAMUDA yang menekankan terciptanya madrasah yang ramah anak, inklusif, serta bebas dari perundungan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, doa bersama, serta penyampaian motivasi dari kepala MIN 7 Asahan. Dalam sambutannya, Dr. Hadi Rafitra Hasibuan,S.Ag.,M.A menegaskan bahwa setiap murid memiliki hak untuk merasa aman, dihargai, dan diterima di lingkungan madrasah. Hadi Rafitra Hasibuan juga mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan akhlak mulia sebagai pedoman dalam berteman dan berinteraksi sehari-hari.
"Madrasah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membentuk karakter. Tidak boleh ada perundungan dalam bentuk apa pun. Semua murid harus saling menghormati, saling membantu, dan saling menyayangi," pesan Hadi Rafitra Hasibuan di hadapan seluruh peserta.
Materi anti bullying kemudian disampaikan secara interaktif oleh narasumber Khoirul Umam,S.Sos dan guru pendamping . Para murid dikenalkan mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk bullying seperti bullying fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital (cyberbullying), serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan bagi korban maupun pelaku. Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, para pemateri mengajak murid untuk mengenali perilaku yang termasuk perundungan sekaligus memahami cara mencegahnya.
Agar penyampaian materi lebih menarik, kegiatan dikemas melalui pemutaran video edukasi, permainan kelompok, simulasi, serta diskusi bersama. Dalam simulasi tersebut, para murid diajak mempraktikkan cara bersikap ketika melihat teman menjadi korban bullying, seperti berani menolong, melaporkan kepada guru, dan memberikan dukungan kepada korban. Kegiatan ini mendapat respons positif karena membuat peserta lebih mudah memahami pentingnya saling menghormati dan menjaga perasaan teman.
Suasana semakin hidup ketika para murid diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai arti persahabatan yang baik. Banyak peserta yang mengungkapkan bahwa teman sejati adalah teman yang saling membantu, tidak mengejek, tidak membeda-bedakan, serta selalu mengajak kepada hal-hal yang positif.
Selain penyampaian materi, seluruh peserta juga mengikuti pembacaan Ikrar Anti Bullying sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan madrasah yang damai. Dengan penuh semangat, para murid berjanji tidak melakukan perundungan, tidak menjadi penonton ketika terjadi bullying, serta siap menjadi pelopor dalam menjaga persaudaraan dan kerukunan di lingkungan madrasah.
Kegiatan hari kedua MATAMUDA juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara murid baru dengan guru serta kakak kelas. Melalui berbagai permainan kerja sama dan aktivitas kelompok, peserta belajar mengenai pentingnya komunikasi, toleransi, empati, serta sikap saling menghargai perbedaan. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik sejak hari-hari pertama mereka berada di madrasah.
Guru-guru MIN 7 Asahan memberikan pendampingan secara aktif selama kegiatan berlangsung sehingga seluruh peserta merasa nyaman mengikuti setiap rangkaian acara. Wajah-wajah ceria para murid tampak menghiasi seluruh kegiatan, mencerminkan semangat mereka dalam memulai perjalanan belajar di lingkungan madrasah yang baru.
Melalui kegiatan edukasi anti bullying ini, diharapkan seluruh murid baru mampu memahami pentingnya menjaga sikap, perkataan, dan tindakan terhadap sesama. Madrasah berharap setiap peserta dapat menjadi pribadi yang santun, peduli, serta mampu menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi semua warga madrasah.
Pelaksanaan hari kedua MATAMUDA menjadi salah satu langkah nyata MIN 7 Asahan dalam mendukung terwujudnya pendidikan yang berkarakter, berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta menjunjung tinggi sikap saling menghormati. Dengan semangat kebersamaan, seluruh warga madrasah optimis dapat membangun lingkungan belajar yang bebas dari bullying sehingga setiap murid dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, percaya diri, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh optimisme.(ms)
MIN 7 ASAHAN
MIN 7 ASAHAN