Loading...

  • Senin, 27 April 2026

Guru MIN 9 Asahan Mengajarkan Budi Daya Toge Kacang Hijau Alternatif Usaha Yang Menguntungkan

Mengajarkan Budi Daya Toge Kacang Hijau

Pematang Sei Baru (Humas). Budi daya toge dari kacang hijau kini menjadi alternatif usaha yang menguntungkan bagi petani dan pengusaha kecil. Toge, yang merupakan kecambah kacang hijau, memiliki permintaan tinggi di pasar sebagai bahan makanan sehat dan bergizi, Senin (23/12/2024).

Menurut data dari Kementerian Pertanian, produksi kacang hijau di Indonesia mencapai 1,3 juta ton pada tahun 2022. Dengan potensi produksi yang besar ini, budi daya toge dari kacang hijau dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Oleh karena itu, MIN 9 Asahan memanfaatkan peluang ini sebagai salah satu kegiatan P5RA yang dapat menumbuh kembangkan kreativitas siswa. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Kepala MIN 9 Asahan, Dr. H. Hadi Rafitra Hasibuan, S. Ag., M.A., pada saat rapat awal tahun pembelajaran " bahwa setiap guru harus memiliki inovasi dan kreasi pada siswa-siswi MIN 9 Asahan, agar siswa-siswi memiliki bakat dan bekal ilmu untuk digunakan di masa yang akan datang, ujar beliau".

Sesuai intruksi Kepala Madrasah tersebut, guru kelas V (Lima) MIN 9 Asahan Alimuddin, S.Pd.I., Gr., membuat kegiatan P5RA dikelas berupa praktik budi daya toge dari kacang hijau. Beliau menjelaskan bahwa, budi daya toge sangat mudah mudah dilakukan, dan ini bisa menjadi peluang bisnis bagi pemula. Namun dalam hal ini, hanya sebuah praktik kecil dan menggunakan bahan sederhana, yaitu botol bekas air mineral ukuran 1.500 ml.

Guru yang akrab disapa dengan panggilan Pak Ali tersebut juga menjabarkan langkah-langkah dalam membuat toge dari kacang hijau. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain, (1) botol bekas air mineral ukurang 1.500 ml; (2) kacang hijau sebanyak 100 gram; (3) besi yang dipanaskan; (4) air rendaman; (5) plastik bungkus gelap.

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: (1) lubangi botol bekas dengan kawat/besi kecil yang sudah dipanaskan dengan jarak yang disesuaikan; (2) sembari menunggu lubang selesai, kacang hijau direndam pada air yang telah disediakan kira-kira 10 menit. Selama masa perendaman, jika ada kacang hijau yang mengambang agar dibuang, karena kacang tersebut kopong (tidak ada bakal tunas); (3) masukkan kacang hijau yang sudah direndam kedalam botol air yang sudah dilubangi; (4) simpan kedalam plastik bungkus yang gelap, dan diletakkan dalam posisi tidur agar tumbuh merata; (5) rendam secara berkala minimal 3 kali, pagi-siang-sore/malam kemudian simpan kembali kedalam plastik yang gelap; (6) lakukan langkah ke-5 berulang selama 3 hari, maka toge akan tumbuh secara sempurna.

“Siswa-siswi sangat senang melakukan  kegiatan ini, selain dilakukan secara praktik langsung, anak-anak juga dapat ilmu dalam budi daya toge.” Ungkap Alimuddin dengan senyumnya.“Saya berharap, kedepannya jika siswa-siswa maupun orang tua siswa yang ingin masak sayur toge, tinggal buat sendiri aja.” Tambahnya sambil tertawa kecil. Kepala MIN 9 Asahan memberikan apresiasi kepada guru-guru yang membuat inovasi dan pergerakan perubahan pada madrasah. “Saya cukup mengapresiasi kegiatan ini, saya bangga karena ada guru MIN 9 Asahan yang melakukan inovasi dalam pembelajaran. Saya berharap, apa yang dilakukan oleh guru kelas V (Lima) Alimuddin dapat dicontoh pada semua guru.” punggkasnya. (al)


 

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post