Pelaksanaan Ujian TKA MIN 9 Asahan Berjalan Lancar, 15 Siswa Kelas VI Ikuti Ujian Selama Dua Hari
Pelaksanaan Ujian TKA MIN 9 Asahan Berjalan Lancar, 15 Siswa Kelas VI Ikuti Ujian Selama Dua Hari
Loading...
Pematang Sei Baru (Humas). Budi daya toge dari kacang hijau kini menjadi
alternatif usaha yang menguntungkan bagi petani dan pengusaha kecil. Toge, yang
merupakan kecambah kacang hijau, memiliki permintaan tinggi di pasar sebagai
bahan makanan sehat dan bergizi, Senin (23/12/2024).
Menurut data dari Kementerian Pertanian, produksi kacang hijau di Indonesia
mencapai 1,3 juta ton pada tahun 2022. Dengan potensi produksi yang besar ini,
budi daya toge dari kacang hijau dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Oleh karena itu, MIN 9 Asahan memanfaatkan peluang ini sebagai salah satu
kegiatan P5RA yang dapat menumbuh kembangkan kreativitas siswa. Hal ini senada
dengan apa yang disampaikan oleh Kepala MIN 9 Asahan, Dr. H. Hadi Rafitra
Hasibuan, S. Ag., M.A., pada saat rapat awal tahun pembelajaran " bahwa
setiap guru harus memiliki inovasi dan kreasi pada siswa-siswi MIN 9 Asahan,
agar siswa-siswi memiliki bakat dan bekal ilmu untuk digunakan di masa yang
akan datang, ujar beliau".
Sesuai intruksi Kepala Madrasah tersebut, guru kelas V (Lima) MIN 9 Asahan
Alimuddin, S.Pd.I., Gr., membuat kegiatan P5RA dikelas berupa praktik budi daya
toge dari kacang hijau. Beliau menjelaskan bahwa, budi daya toge sangat mudah
mudah dilakukan, dan ini bisa menjadi peluang bisnis bagi pemula. Namun dalam
hal ini, hanya sebuah praktik kecil dan menggunakan bahan sederhana, yaitu
botol bekas air mineral ukuran 1.500 ml.
Guru yang akrab disapa dengan panggilan Pak Ali tersebut juga menjabarkan
langkah-langkah dalam membuat toge dari kacang hijau. Bahan-bahan yang
dibutuhkan antara lain, (1) botol bekas air mineral ukurang 1.500 ml; (2)
kacang hijau sebanyak 100 gram; (3) besi yang dipanaskan; (4) air rendaman; (5)
plastik bungkus gelap.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut: (1) lubangi botol bekas dengan
kawat/besi kecil yang sudah dipanaskan dengan jarak yang disesuaikan; (2)
sembari menunggu lubang selesai, kacang hijau direndam pada air yang telah
disediakan kira-kira 10 menit. Selama masa perendaman, jika ada kacang hijau
yang mengambang agar dibuang, karena kacang tersebut kopong (tidak ada bakal
tunas); (3) masukkan kacang hijau yang sudah direndam kedalam botol air yang
sudah dilubangi; (4) simpan kedalam plastik bungkus yang gelap, dan diletakkan dalam
posisi tidur agar tumbuh merata; (5) rendam secara berkala minimal 3 kali,
pagi-siang-sore/malam kemudian simpan kembali kedalam plastik yang gelap; (6)
lakukan langkah ke-5 berulang selama 3 hari, maka toge akan tumbuh secara
sempurna.
“Siswa-siswi sangat senang melakukan kegiatan ini, selain dilakukan secara praktik langsung, anak-anak juga dapat ilmu dalam budi daya toge.” Ungkap Alimuddin dengan senyumnya.“Saya berharap, kedepannya jika siswa-siswa maupun orang tua siswa yang ingin masak sayur toge, tinggal buat sendiri aja.” Tambahnya sambil tertawa kecil. Kepala MIN 9 Asahan memberikan apresiasi kepada guru-guru yang membuat inovasi dan pergerakan perubahan pada madrasah. “Saya cukup mengapresiasi kegiatan ini, saya bangga karena ada guru MIN 9 Asahan yang melakukan inovasi dalam pembelajaran. Saya berharap, apa yang dilakukan oleh guru kelas V (Lima) Alimuddin dapat dicontoh pada semua guru.” punggkasnya. (al)
Pelaksanaan Ujian TKA MIN 9 Asahan Berjalan Lancar, 15 Siswa Kelas VI Ikuti Ujian Selama Dua Hari
Visitasi BAN-PDM Sumut di MIN 9 Asahan Berlangsung Sukses
Siswa MIN 9 Asahan Raih Juara I MTQ Tingkat Desa Pematang Sei Baru Tahun 2026