Siswa Kelas VI MIN 7 Asahan Ikuti Tes Kemampuan Akademik dengan Penuh Semangat
MIN 7 Asahan
Loading...
Pertahanan (Humas)- Madrasah Ibtidaiyah Negeri 7 Asahan pada kegiatan kultum pagi yang disampaikan oleh salah satu guru MIN 7 Asahan di hadapan siswa-siswi dan dewan guru. Dalam tausiyah singkat namun penuh makna tersebut, beliau mengangkat tema “Ramadan Bulan Ampunan”, mengajak seluruh warga madrasah MIN 7 Asahan untuk menjadikan bulan suci sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Rabu(25/02/26)
Dalam penyampaiannya, Fatimah, S.Pd menjelaskan bahwa Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa karena penuh dengan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Ia mengingatkan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadan akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Oleh karena itu, momen ini hendaknya tidak disia-siakan.
“Ramadan adalah kesempatan emas bagi kita untuk memohon ampun atas segala dosa dan kesalahan. Pintu taubat dibuka selebar-lebarnya. Jangan sampai kita melewati Ramadan tanpa perubahan yang lebih baik dalam diri kita,” ujarnya di hadapan para siswa yang tampak menyimak dengan penuh perhatian.
Fatimah, S.Pd juga mengajak para siswa untuk memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat tepat waktu, bersedekah, serta menjaga lisan dan perilaku. Tidak hanya itu, Fatimah tersebut menekankan pentingnya menghormati orang tua dan guru sebagai bagian dari akhlak mulia yang harus terus dijaga, terlebih di bulan yang penuh berkah ini.
Dalam kultumnya, ia turut mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan amarah, menghindari perkataan buruk, serta memperbaiki hubungan dengan sesama. Dengan demikian, Ramadan benar-benar menjadi bulan penyucian jiwa.
Menjelang akhir tausiyah, beliau mengajak seluruh siswa-siswi untuk memperbanyak membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah. Ia menyampaikan bahwa sholawat merupakan amalan ringan namun memiliki keutamaan yang sangat besar, terlebih jika diamalkan secara istiqamah.
Kegiatan kultum ditutup dengan lantunan sholawat yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru dengan penuh kekhusyukan. Suara sholawat menggema di lingkungan MIN 7 Asahan menambah suasana haru dan penuh keberkahan.(ms)
MIN 7 Asahan
MIN 7 ASAHAN
MIN 7 Asahan