Penuh Khidmat, Keluarga Besar MIN 5 Asahan Gelar Halalbihalal di Hari Pertama Masuk Sekolah
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....
Loading...
Hessa Perlompongan (Humas).Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan menggelar kegiatan rutin ceramah yang berlangsung khidmat di halaman utama madrasah
pada pagi hari ini. Kegiatan yang diikuti oleh ratusan siswa, guru, dan staf
kependidikan ini menghadirkan tausiyah spesial dengan tema Meresapi Makna Bulan Ramadhan sebagai
Madrasah Kehidupan. Jumat (27/02/2026).
ceramah
yang disampaikan oleh salah satu pendidik MIN 5 Asahan, Dewiyul, S.Pd., menekankan
bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan menahan lapar, melainkan sebuah
momentum transformasi diri yang luar biasa bagi setiap Muslim, terutama bagi
para generasi muda di lingkungan madrasah.
Dalam penyampaiannya yang lugas namun menyentuh, sang guru
menjelaskan bahwa makna utama Ramadhan adalah sebagai bulan pendidikan. Beliau
membagi makna tersebut ke dalam tiga dimensi utama
Puasa
mengajarkan siswa untuk disiplin dan sabar dalam menanti waktu berbuka, yang
secara tidak langsung melatih pengendalian diri dari godaan hal-hal yang
membatalkan pahala.Dengan merasakan lapar, siswa diajak untuk memiliki empati
yang tinggi terhadap kaum dhuafa. Inilah momen di mana zakat dan sedekah
menjadi jembatan kasih sayang antar sesama.
Tidak ada yang tahu jika seseorang makan di tempat tersembunyi,
namun rasa takut kepada Allah Swt membuat seseorang tetap teguh berpuasa.
Inilah pendidikan karakter kejujuran yang paling nyata. Puasa adalah ibadah
rahasia antara hamba dan Tuhannya," ujar beliau
Lebih
lanjut, Dewiyul mengingatkan agar para
siswa MIN 5 Asahan tidak menjadi golongan orang yang merugi, yakni mereka yang
berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja.
"Anak-anakku,
jangan biarkan lisanmu berbohong, jangan biarkan matamu melihat yang tidak
baik, dan jangan biarkan hatimu membenci saat berpuasa. Inilah makna puasa yang
sebenarnya, yaitu menjaga seluruh anggota tubuh dari kemaksiatan," pesan
beliau di tengah suasana pagi yang sejuk.
Saat
dikonfirmasi secara terpisah Kepala MIN 5 Asahan, Tohiruddin Hasibuan,
S.Pd.,M.M., menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari kurikulum
kerohanian sekolah. Menurutnya, literasi keagamaan melalui ceramah seperti ini
sangat efektif untuk membentengi moral siswa di tengah arus digitalisasi yang
kencang.
"Kami
ingin lulusan MIN 5 Asahan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga
memiliki kedalaman spiritual. Melalui pemahaman makna Ramadhan yang benar, kami
berharap lahir generasi yang bertaqwa dan berakhlakul karimah," ungkap Tohir
Acara
ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh sang penceramah, memohon agar
seluruh keluarga besar MIN 5 Asahan diberikan kekuatan untuk menyelesaikan
ibadah puasa hingga hari kemenangan tiba. Para siswa kemudian kembali ke kelas
masing-masing dengan membawa catatan ilmu dan semangat baru untuk menjalani
sisa hari di bulan suci.(nm)
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan pada Senin pagi (30/03/2026). Setelah menikmati....
Momentum bulan suci Ramadhan 1447 H dimanfaatkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus...
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Asahan secara resmi telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Gladi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa-...