Pelaksanaan Ujian TKA MIN 9 Asahan Berjalan Lancar, 15 Siswa Kelas VI Ikuti Ujian Selama Dua Hari
Pelaksanaan Ujian TKA MIN 9 Asahan Berjalan Lancar, 15 Siswa Kelas VI Ikuti Ujian Selama Dua Hari
Loading...
Pematang Sei Baru (Humas). Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindak bullying, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 9 Asahan menggelar acara deklarasi bersama untuk menghentikan praktik bullying di kalangan siswa-siswi. Acara yang berlangsung di halaman madrasah ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, staf.
Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan doa bersama yang dilanjutkan dengan penjelasan tentang pentingnya kesadaran terhadap bahaya bullying. Kepala MIN 9 Asahan, Dr. H. Hadi Rafitra Hasibuan, S.Ag., M.A., menyampaikan sambutannya yang penuh semangat kepada seluruh peserta.
“Bullying bukan hanya merugikan korban secara fisik dan mental, tetapi juga menciptakan suasana yang tidak kondusif untuk belajar. Kita semua harus berkomitmen untuk menjadikan MIN 9 Asahan sebagai tempat yang ramah bagi semua siswa tanpa terkecuali,” ujar beliau.
Dalam sambutannya, Hadi Rafitra Hasibuan juga menekankan pentingnya peran serta semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan siswa itu sendiri, dalam menciptakan budaya anti-bullying. Beliau mengingatkan bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai di lingkungan madrasah.
Deklarasi bersama ini ditandai dengan
pembacaan ikrar anti-bullying oleh seluruh siswa yang dipimpin oleh
salah satu perwakilan siswa. Para siswa berjanji untuk tidak melakukan
tindakan bullying dalam bentuk apa pun, serta akan saling mendukung dan
membantu teman yang membutuhkan.
Setelah ikrar, acara dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk bertuliskan “Stop Bullying” oleh siswa, guru. Spanduk ini nantinya akan dipasang di area sekolah sebagai pengingat dan simbol komitmen bersama.
“Anak-anakku,
kalian semua adalah bagian dari keluarga besar MIN 9 Asahan. Saya ingin
kalian selalu ingat bahwa kita ada untuk saling mendukung, bukan saling
menyakiti. Jika kalian melihat atau mengalami tindakan yang tidak baik,
segera laporkan kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya,” pesan Hadi Rafitra kepada para siswa.
Beliau
juga mengajak para siswa untuk membangun sikap empati dan saling
menghormati satu sama lain. Menurutnya, dengan saling menghormati,
suasana belajar mengajar akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.
Selain
itu, Hadi Rafitra juga menegaskan bahwa sekolah akan mengambil langkah
tegas terhadap pelaku bullying dengan tetap mengedepankan pembinaan.
“Tujuan kita adalah membentuk karakter siswa yang baik dan berakhlak
mulia. Oleh karena itu, pendekatan yang kita gunakan adalah pendekatan
edukatif,” ungkapnya.
Deklarasi ini mendapat apresiasi dari
berbagai pihak, termasuk orang tua siswa yang merasa terbantu dengan
adanya komitmen sekolah dalam menangani isu bullying. Mereka berharap
kegiatan ini menjadi awal dari perubahan positif di lingkungan MIN 9
Asahan.
Dengan adanya deklarasi bersama ini, MIN 9 Asahan
bertekad untuk menjadi pelopor dalam menciptakan madrasah yang bebas
bullying di Kabupaten Asahan. Harapannya, langkah ini dapat menjadi
contoh bagi madrasah lainnya untuk ikut serta dalam menciptakan
lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi semua. (fa)
Pelaksanaan Ujian TKA MIN 9 Asahan Berjalan Lancar, 15 Siswa Kelas VI Ikuti Ujian Selama Dua Hari
Visitasi BAN-PDM Sumut di MIN 9 Asahan Berlangsung Sukses
Siswa MIN 9 Asahan Raih Juara I MTQ Tingkat Desa Pematang Sei Baru Tahun 2026