Loading...

  • Senin, 27 April 2026

Deklarasi Bersama Stop Bullying di MIN 9 Asahan

Deklarasi Stop Bullying

Pematang Sei Baru (Humas). Dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindak bullying, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 9 Asahan menggelar acara deklarasi bersama untuk menghentikan praktik bullying di kalangan siswa-siswi. Acara yang berlangsung di halaman madrasah ini dihadiri oleh seluruh siswa, guru, staf.

Kegiatan ini dimulai dengan pembacaan doa bersama yang dilanjutkan dengan penjelasan tentang pentingnya kesadaran terhadap bahaya bullying. Kepala MIN 9 Asahan, Dr. H. Hadi Rafitra Hasibuan, S.Ag., M.A., menyampaikan sambutannya yang penuh semangat kepada seluruh peserta.

Bullying bukan hanya merugikan korban secara fisik dan mental, tetapi juga menciptakan suasana yang tidak kondusif untuk belajar. Kita semua harus berkomitmen untuk menjadikan MIN 9 Asahan sebagai tempat yang ramah bagi semua siswa tanpa terkecuali,” ujar beliau.

Dalam sambutannya, Hadi Rafitra Hasibuan juga menekankan pentingnya peran serta semua pihak, termasuk guru, orang tua, dan siswa itu sendiri, dalam menciptakan budaya anti-bullying. Beliau mengingatkan bahwa setiap individu memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai di lingkungan madrasah.

Deklarasi bersama ini ditandai dengan pembacaan ikrar anti-bullying oleh seluruh siswa yang dipimpin oleh salah satu perwakilan siswa. Para siswa berjanji untuk tidak melakukan tindakan bullying dalam bentuk apa pun, serta akan saling mendukung dan membantu teman yang membutuhkan.

Setelah ikrar, acara dilanjutkan dengan penandatanganan spanduk bertuliskan “Stop Bullying” oleh siswa, guru. Spanduk ini nantinya akan dipasang di area sekolah sebagai pengingat dan simbol komitmen bersama.

Anak-anakku, kalian semua adalah bagian dari keluarga besar MIN 9 Asahan. Saya ingin kalian selalu ingat bahwa kita ada untuk saling mendukung, bukan saling menyakiti. Jika kalian melihat atau mengalami tindakan yang tidak baik, segera laporkan kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya,” pesan Hadi Rafitra kepada para siswa.

Beliau juga mengajak para siswa untuk membangun sikap empati dan saling menghormati satu sama lain. Menurutnya, dengan saling menghormati, suasana belajar mengajar akan menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Selain itu, Hadi Rafitra juga menegaskan bahwa sekolah akan mengambil langkah tegas terhadap pelaku bullying dengan tetap mengedepankan pembinaan. “Tujuan kita adalah membentuk karakter siswa yang baik dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, pendekatan yang kita gunakan adalah pendekatan edukatif,” ungkapnya.

Deklarasi ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk orang tua siswa yang merasa terbantu dengan adanya komitmen sekolah dalam menangani isu bullying. Mereka berharap kegiatan ini menjadi awal dari perubahan positif di lingkungan MIN 9 Asahan.

Dengan adanya deklarasi bersama ini, MIN 9 Asahan bertekad untuk menjadi pelopor dalam menciptakan madrasah yang bebas bullying di Kabupaten Asahan. Harapannya, langkah ini dapat menjadi contoh bagi madrasah lainnya untuk ikut serta dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi semua. (fa)


Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post