Loading...

  • Jumat, 16 Oktober 2026

Dari Masjid Nurul Falah , Kapolres Asahan dan Masyarakat Satukan Langkah Perangi Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa

Bimbingan Penyuluhan Kamtibmas

Kisaran (Humas) — Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga menjadi sahabat, pengayom, serta bagian dari kekuatan moral dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, religius, dan harmonis.

Semangat inilah yang tergambar dalam kegiatan Jumat Keliling (Jumling)  Kapolres Asahan, yang dilaksanakan di Masjid Nurul Falah, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Kota Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan tersebut mempertemukan jajaran kepolisian, tokoh agama, pengurus masjid, jamaah, serta anak-anak generasi penerus bangsa dalam suasana kebersamaan yang menyejukkan.

Mengangkat tema "Momentum Takwa dan Gerakan Bersama Melawan Narkoba", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius terhadap masa depan bangsa.

Kegiatan Jumat Keliling tersebut mencerminkan semangat Polri yang semakin dekat dengan masyarakat melalui pendekatan humanis, religius, dan penuh kepedulian.

Kehadiran jajaran Kepolisian  di tengah jamaah Masjid Nurul Falah menjadi gambaran bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan, kepercayaan, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan keagamaan, hubungan antara polisi dan masyarakat dapat dibangun bukan hanya melalui komunikasi formal, tetapi juga melalui ikatan persaudaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai spiritual.

Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita Polri Presisi yang mengedepankan pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta kedekatan dengan masyarakat.

Masjid pun menjadi ruang yang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, dan tanggung jawab sosial.

Dalam momentum khutbah Jumat tersebut, H. Raja Dedi Hermansyah, MM., MA., selaku Ketua Da'i Kamtibmas Polres Asahan sekaligus Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Asahan, mengangkat pesan penting tentang ketakwaan dan tanggung jawab bersama dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

Melalui tema "Momentum Takwa dan Gerakan Bersama Melawan Narkoba", disampaikan bahwa menjaga generasi muda dari bahaya narkoba merupakan bagian dari tanggung jawab keagamaan, kemanusiaan, dan kebangsaan.

Narkoba tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan seseorang, tetapi juga dapat menghancurkan keharmonisan keluarga, melemahkan nilai moral, memicu tindak kriminalitas, dan mengancam ketahanan sosial masyarakat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah At-Tahrim ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا

Artinya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka."

Pesan ayat tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keluarga dan anak-anaknya dari berbagai perilaku yang dapat merusak kehidupan, termasuk penyalahgunaan narkoba.

"Narkoba bukan hanya musuh kepolisian, tetapi musuh seluruh anak bangsa. Karena itu, perang melawan narkoba harus dimulai dari keluarga, diperkuat melalui pendidikan agama, didukung masyarakat, dan dilaksanakan bersama aparat penegak hukum," demikian pesan utama yang ditekankan dalam materi khutbah.

Lebih jauh, pendekatan keagamaan dipandang memiliki peranan penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar tidak hanya takut terhadap sanksi hukum, tetapi juga memiliki benteng keimanan dan kesadaran moral untuk menjauhi narkoba.

Di bawah kepemimpinan Kapolres Asahan AKBP Adi Dharma Pramudita, S.H., S.I.K., M.Sc.IT., kolaborasi kepolisian dengan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya membangun lingkungan yang aman, damai, dan terbebas dari ancaman narkoba.

Keberadaan Da'i Kamtibmas diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang menyejukkan antara kepolisian dan masyarakat.

Melalui mimbar-mimbar keagamaan, pengajian, majelis taklim, dan kegiatan sosial kemasyarakatan, pesan-pesan kamtibmas dapat disampaikan dengan bahasa yang santun, mudah dipahami, dan menyentuh hati umat.

Dengan demikian, upaya menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bersama seluruh lapisan masyarakat. (RH)

Tentang Penulis
Penulis di Kemenag Asahan Sejak 13 May 2024
Lihat Semua Post