Bimas Kristen "Membangun Iman, Memulihkan Hidup: Aksi Nyata Penyuluh Kristen di Lapas Labuhan Ruku yang di Dampingi langsung Oleh Penyelenggara Bimas Kristen
Tak ada tempat yang terlalu gelap bagi terang kasih Tuhan.
Loading...
Kisaran (02/04/2026) — Dalam upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang holistik dan berkelanjutan, Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.PdK, bersama penyuluh Agama Kristen, Batara Dairi dan Riki Ardianto, melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan RSUD Bunda Mulia Kisaran. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam mengintegrasikan pelayanan rohani ke dalam sistem layanan kesehatan bagi pasien Kristen.
Penandatanganan MoU ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pendekatan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga mencakup dimensi spiritual dan psikososial pasien. Dalam konteks ini, pelayanan rohani dipandang sebagai bagian integral dari proses penyembuhan yang utuh (holistic healing), di mana iman dan dukungan spiritual berkontribusi signifikan terhadap pemulihan pasien.
Marintan Simanjuntak dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran pelayanan rohani di rumah sakit bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan esensial bagi pasien, khususnya dalam menghadapi situasi krisis kesehatan. “Pendampingan spiritual yang terarah dan berkesinambungan dapat memberikan penguatan iman, ketenangan batin, serta harapan bagi pasien dalam menjalani proses penyembuhan,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, para penyuluh agama Kristen akan berperan aktif dalam memberikan pelayanan pastoral, seperti doa, penguatan firman Tuhan, konseling rohani, serta pendampingan bagi pasien dan keluarga. Pelayanan ini dirancang secara sistematis dan kontekstual, menyesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing pasien.
Pihak RSUD Bunda Mulia Kisaran menyambut baik kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang berbasis nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Dengan adanya MoU ini, diharapkan tercipta sinergi lintas sektor yang mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, humanis, dan berorientasi pada kesejahteraan menyeluruh pasien.
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi nyata dari peran Bimas Kristen dalam mendukung program pembangunan di bidang keagamaan dan kesehatan, serta memperkuat kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan. (DR)
Tak ada tempat yang terlalu gelap bagi terang kasih Tuhan.
penguatan iman dan karakter menjadi kebutuhan yang tak terelakkan
Dalam upaya mengintegrasikan dimensi spiritual ke dalam pelayanan kesehatan