Bimas Kristen “Menguatkan Iman, Membangun Data: Langkah Nyata Bimas Kristen Kab. Asahan di Buntu Pane dan Setia Janji”
Hadir di tengah jemaat, mendengar, membina, dan menata
Loading...
Asahan (24/02/2025)– Suasana berbeda terasa di ruang tahanan titipan Polres Asahan ketika lantunan pujian dan doa menggema, membawa kesejukan rohani di tengah keterbatasan ruang. Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.Pd.K, bersama para Penyuluh Agama Kristen Kab. Asahan melaksanakan kegiatan bimbingan rohani sebagai wujud pelayanan kasih kepada warga binaan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Penyuluh Agama Kristen Daram Rajagukguk, yang menyampaikan firman Tuhan dari Yohanes 10:27, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Dalam refleksinya, ia menegaskan bahwa sekalipun manusia berada dalam keterbatasan dan kesalahan masa lalu, suara Tuhan tetap memanggil setiap pribadi untuk kembali kepada-Nya.
“Di balik jeruji bukan akhir dari segalanya. Ketika hati mau mendengar suara Tuhan, selalu ada jalan pemulihan dan pengharapan,” ungkapnya dengan penuh penguatan.
Ibadah semakin khidmat ketika Jhoni Idris Sianipar memandu pujian dan worship leader, mengajak warga tahanan menaikkan lagu-lagu rohani yang menguatkan iman dan menumbuhkan pengharapan baru. Suasana haru dan reflektif tampak ketika para peserta mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kesungguhan.
Sebagai penutup, doa syafaat dipimpin oleh Riky Ardianto Sipayung, yang mendoakan agar setiap warga tahanan mengalami damai sejahtera, kekuatan menghadapi proses hukum, serta pembaruan hidup di dalam Kristus. Doa tersebut menjadi momen sakral yang menyatukan hati dalam pengharapan akan masa depan yang lebih baik.
Penyelenggara Bimas Kristen Kab. Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.Pd.K, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pembinaan mental spiritual bagi warga binaan. “Pelayanan rohani ini adalah bentuk kehadiran negara melalui pembinaan keagamaan, agar setiap pribadi tetap memiliki harapan dan kesempatan untuk berubah,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Bimas Kristen Kab. Asahan kembali menegaskan bahwa kasih Kristus tidak dibatasi oleh tembok dan jeruji. Di tempat yang sering dipandang gelap, terang Firman tetap bercahaya—menghadirkan penghiburan, pertobatan, dan semangat untuk menjalani hidup yang baru. (DR)
Hadir di tengah jemaat, mendengar, membina, dan menata
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, iman perlu diteguhkan dan persaudaraan perlu dirawat
Langkah pelayanan kembali digerakkan.