Bimas Kristen “Menguatkan Iman, Membangun Data: Langkah Nyata Bimas Kristen Kab. Asahan di Buntu Pane dan Setia Janji”
Hadir di tengah jemaat, mendengar, membina, dan menata
Loading...
Kisaran (02/03/2026)– Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan, Marintan Simanjuntak, S.Th., M.Pd.K., melaksanakan bimbingan rohani bagi masyarakat Kristen yang tergabung dalam Serikat Tolong-Menolong SEIA SEKATA, Jl. Cendana, Kota Kisaran. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan Kristiani.
Dalam pembinaan tersebut, Marintan Simanjuntak mengangkat perenungan dari Injil Yohanes 3:1–17, dengan menekankan makna “kelahiran baru” sebagaimana dialog antara Yesus dan Nikodemus. Ia menjelaskan bahwa kelahiran baru bukan sekadar perubahan perilaku lahiriah, melainkan transformasi hati oleh karya Roh Kudus.
“Sebagaimana firman Tuhan dalam Yohanes 3:3, ‘Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah,’ maka setiap orang percaya dipanggil untuk mengalami pembaruan hidup yang sejati,” ungkapnya di hadapan peserta.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kasih Allah yang dinyatakan dalam Yohanes 3:16 menjadi dasar utama kehidupan orang percaya. Kasih itu bukan hanya untuk diimani, tetapi juga untuk diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat tolong-menolong, seia sekata, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan bimbingan rohani ini tidak hanya menjadi momentum pendalaman firman, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antaranggota serikat. Peserta tampak antusias mengikuti penyampaian materi, sesi refleksi, serta doa bersama yang menjadi penutup kegiatan.
Melalui kegiatan ini, Penyelenggara Bimas Kristen Kabupaten Asahan berharap masyarakat Kristen semakin bertumbuh dalam iman, memiliki karakter Kristus, serta mampu menjadi terang dan garam di tengah lingkungan masing-masing. Semangat “seia sekata” yang dihidupi dalam kasih Kristus diharapkan terus menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan rohani dan sosial yang harmonis di Kota Kisaran. (DR)
Hadir di tengah jemaat, mendengar, membina, dan menata
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat, iman perlu diteguhkan dan persaudaraan perlu dirawat
Langkah pelayanan kembali digerakkan.