Asahan (Humas BimKat). Penyuluh
Agama Katolik dari Kabupaten Asahan, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, dan
Labuhanbatu Selatan melaksanakan kegiatan pembentukan Kelompok Kerja Penyuluh
(Pokjaluh) Agama Katolik lintas kabupaten sebagai upaya memperkuat koordinasi
dan sinergi pelayanan keagamaan pada Jumat (19/06/2026) melalui daring (zoom
meeting). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun jejaring
kerja yang lebih solid antarpenyuluh di wilayah Pantai Timur Sumatera Utara.
Melalui forum ini, para peserta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas
pelayanan dan pembinaan umat Katolik secara berkelanjutan.
Dalam proses pembentukan
Pokjaluh tersebut, Plt. Kepala Penyelenggara Bimas Katolik Kementerian Agama
Kabupaten Asahan, Alb Irawan Dwiatmaja, bersama Koordinator Bimas Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu, Tombak Beslam Bondar, S.Ag. turut
mengambil bagian aktif dalam berbagai tahapan pembahasan dan perumusan kelompok
kerja. Keduanya memberikan masukan terkait arah organisasi, program kerja,
serta strategi penguatan kapasitas penyuluh agama Katolik. Kehadiran mereka
menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan profesionalisme penyuluh di
wilayah kerja masing-masing.
Kegiatan berlangsung dalam
suasana dialogis dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta membahas berbagai
tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhan, mulai dari
pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, hingga pemanfaatan teknologi dalam
pelayanan keagamaan. Selain itu, forum juga menjadi sarana berbagi pengalaman
dan praktik baik yang telah dilaksanakan di masing-masing kabupaten.
Dalam diskusi yang
berlangsung, disepakati bahwa Pokjaluh akan menjadi wadah koordinasi,
konsultasi, dan pengembangan kompetensi bagi seluruh penyuluh agama Katolik di
wilayah Asahan Raya dan Labuhanbatu Raya. Kelompok kerja ini diharapkan mampu
menyusun program-program kolaboratif yang dapat menjawab kebutuhan umat
sekaligus mendukung kebijakan Kementerian Agama. Dengan adanya Pokjaluh,
komunikasi antarpenyuluh juga diharapkan semakin efektif dan berkesinambungan.
Irawan dalam kesempatan
tersebut menyampaikan bahwa pembentukan Pokjaluh merupakan langkah strategis
untuk memperkuat peran penyuluh agama Katolik sebagai ujung tombak pembinaan
umat di tengah masyarakat. Sementara itu, Koordinator Bimas Katolik Kemenag
Labuhanbatu menegaskan pentingnya menjaga semangat kolaborasi dan saling
mendukung antarpenyuluh lintas kabupaten. Di akhir kegiatan, seluruh peserta
menyatakan komitmen untuk mengembangkan Pokjaluh sebagai wadah yang aktif,
produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas
pelayanan keagamaan Katolik di wilayah masing-masing. (AW)